PowerPoint Akidah Islam

PowerPoint Akidah Islam

powerpoint-akidah-islam
2 30

PowerPoint Akidah Islam

PowerPoint Akidah Islam- Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint atau PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft WordExcelAccess dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasiMicrosoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Lalu, pada Office 2013, namanya cukup disingkat PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 15 (Microsoft Office PowerPoint 2013), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office 2013. hingga saat ini sudah mencapai 2016.

Akidah (Bahasa Arabاَلْعَقِيْدَةُ; transliterasi: al-‘Aqīdah) dalam istilah Islam yang berarti iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Fondasi akidah Islam didasarkan pada hadits Jibril, yang memuat definisi Islam, rukun Islamrukun Imanihsan dan peristiwa hari akhir.

Dalam bahasa Arab akidah berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.

Sedangkan menurut istilah (terminologi), akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.[1]

Jadi, Akidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid[2] dan taat kepadaNya, beriman kepada para malaikatNyarasul-rasulNyakitab-kitabNyahari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari salafush shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ salaf as-shalih.[3]

Walaupun masalah qadha’ dan qadar menjadi ajang perselisihan di kalangan umat Islam, tetapi Allah telah membukakan hati para hambaNya yang beriman, yaitu para Salaf Shalih yang mereka itu senantiasa menempuh jalan kebenaran dalam pemahaman dan pendapat. Menurut mereka qadha’ dan qadar adalah termasuk rububiyah Allah atas makhlukNya. Maka masalah ini termasuk ke dalam salah satu di antara tiga macam tauhid menurut pembagian ulama:

  • Tauhid Al-Uluhiyyah, (al-Fatihah ayat 4 dan an-Nas ayat 3)
    mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata.
  • Tauhid Ar-Rububiyyah, (al-Fatihah ayat 2, dan an-Nas ayat 1)
    mengesakan Allah dalam perbuatanNya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini.
  • Tauhid Al-Asma’ was-Sifat,
    mengesakan Allah dalam asma dan sifatNya, artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah, dalam dzat, asma maupun sifat.

Iman kepada qadar adalah termasuk tauhid ar-rububiyah. Oleh karena itu, Imam Ahmad berkata: “Qadar adalah kekuasaan Allah”. Karena, tak syak lagi, qadar (takdir) termasuk qudrat dan kekuasaanNya yang menyeluruh. Di samping itu, qadar adalah rahasia Allah yang- tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahui kecuali Dia, tertulis pada Lauh Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk makhluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang benar.[4]

Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru. Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah, maka hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah dan tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah semata. Lihatlah firman Allah pada surat Yusuf ayat 40.[5]

Kali ini kita saya akan memberikan dan menampilkan sebuah PowerPoint Akidah Islam yang nantinya PowerPoint Akidah Islam dapat digunakan oleh bapak dan ibu guru menganjar dengan mengunkan alat peraga komputer/laptop dan proyektor/infocus.

Dwonload PowerPoint Akidah Akhlak

Klik Slide > gunakan Tombol Kiri – Kanan atau Atas – Bawah untuk Melihat Slide Tersebut.

Akidah secara bahasa berasal dari kata (‘aqada-ya’qidu-aqidatan) yang berarti

ikatan,atau perjanjian. Secara istilah adalah keyakinan hati atas sesuatu. Kata ‘akidah’

tersebut dapat digunakan untuk ajaran yang terdapat dalam Islam, dan dapat pula digunakan

untuk ajaran lain di luar Islam. Sehingga ada istilah akidah Islam, akidah Nasrani, akidah

Yahudi, dan akidah-akidah yang lainnya. Dengan begitu kita juga bisa simpulkan ada akidah

yang benar atau lurus dan ada akidah yang sesat atau salah. Dengan begitu juga, akidah

Islam (al-akidah al-Islamiyah) bisa diartikan sebagai pokok-pokok kepercayaan yang harus

diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang mengaku dirinya beragama Islam (Muslim).

surat an-Nahl:36
surat an-Nahl:36

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Qs. an-Nahl:36:

Akidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqi, artinya suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, sumber ajaran akidah Islam adalah terbatas pada al-Qur’an dan Sunnah saja. Karena, tidak ada yang lebih tahu tentang Allah kecuali Allah itu sendiri, kemudian Rasulullah Saw.  selaku pengemban wahyu dari Allah Swt. Baru kemudian pendapat pada ulama yang otonitatif yang dinyatakan oleh Rasulullah sebagai pewarisnya.

Al-Qur’an adalah rman Allah Swt. yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. dengan perantara Malaikat Jibril. Melalui al-Qur’an inilah Allah menuangkan rmanrmanNya berkenaan dengan konsep akidah yang benar yang harus diyakini dan dijalani secara mutlak dan tidak boleh ditawar oleh semua umat Islam. Di dalam al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang berisi tentang tauhid, diantaranya adalah Qs. al-Ikhlas ayat 1-4 di atas, dan masih banyak lagi yang lain diantaranya:

surat al-ikhlas:1-4
surat al-ikhlas:1-4

Semoga bermanfaat, silahkan tinggalkan komentar, Like Halaman FB Gurudandosen atau share artikel/berita ke FB kami ucapkan terimakasih. Jika masih ada kendala silahkan hubungi kami melalui kontak, chat, email atau sertakan email pada komentar./GDD

MG Admin

Sumber :

86%
mengagumkan
  • Design
  1. joker says

    Tq

    1. admin says

      oke biar gak repot edit dan admin update. silahkan cek emailnya, saya kirim email ke anda pemberitahuannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

 Berlangganan newsletter kami
Berlangganan newsletter kami
Daftar di sini untuk mendapatkan berita terbaru, update dan penawaran khusus yang dikirim langsung ke inbox Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja